
Banda Aceh — Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh memperkuat budaya pelayanan prima dengan memberikan penguatan kepada seluruh pegawai, termasuk petugas keamanan (satpam), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Kegiatan yang digelar di secara hybrid ini, menghadirkan narasumber dari Bank Aceh, Yudi Julian, yang memaparkan berbagai prinsip pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Yudi menekankan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh sistem dan prosedur, tetapi juga oleh sikap, komunikasi, serta cara petugas berinteraksi dengan masyarakat.
“Pelayanan yang baik dimulai dari cara kita menyambut masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, hingga memastikan mereka mendapatkan solusi yang tepat,” ujar Yudi.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Aceh, Meurah Budiman, mengatakan bahwa penguatan budaya pelayanan prima ini penting untuk memastikan setiap pegawai memiliki pemahaman yang sama
dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pelayanan publik tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas layanan, tetapi juga seluruh unsur pegawai di lingkungan kantor.
“Siapa pun yang berada di lingkungan kantor adalah bagian dari pelayanan publik. Termasuk satpam yang pertama kali berinteraksi dengan masyarakat ketika mereka datang,” kata Meurah.
Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan menjadi komitmen Kanwil Kemenkum Aceh agar masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, ramah, dan profesional.
Sementara itu, Kepala Bidang Administrasi Hukum Umum (AHU) Kanwil Kemenkum Aceh, Hendri Rahman, menilai penguatan budaya pelayanan merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.
“Pelayanan yang baik akan menciptakan pengalaman positif bagi masyarakat. Karena itu, seluruh pegawai harus memiliki kesadaran yang sama bahwa setiap interaksi dengan masyarakat adalah bagian dari pelayanan publik,” ujar Hendri.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenkum Aceh berharap budaya pelayanan prima dapat semakin mengakar di lingkungan kerja, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.







